SMSI dan RRI Perkuat Ekosistem Informasi Nasional, Firdaus: Jurnalis Harus Menjadi Penjaga Kebenaran

Avatar photo
informasi

Ketiga adalah fact-checking atau verifikasi informasi. Di tengah tingginya volume informasi yang beredar melalui media sosial dan berbagai platform digital, kemampuan memeriksa fakta menjadi fondasi yang tidak dapat dinegosiasikan.

Jurnalis, kata Firdaus, harus mampu melakukan pemeriksaan data, memanfaatkan perangkat investigasi digital, serta memastikan informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat tidak mengandung hoaks ataupun manipulasi.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Keempat, digital analytics dan GEO. Kemampuan membaca pola perilaku audiens menjadi semakin penting karena distribusi informasi pada era digital tidak berlangsung secara linear. Pemahaman terhadap data audiens dapat membantu media menentukan strategi distribusi sekaligus meningkatkan relevansi berita bagi publik.

Meski demikian, Firdaus mengingatkan bahwa akselerasi teknologi harus tetap ditempatkan sebagai instrumen pendukung kerja jurnalistik, bukan sebagai substitusi terhadap prinsip-prinsip dasar pers.

“Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional,” kata Firdaus.

Kekuatan RRI dan SMSI Saling Melengkapi

Gagasan kolaborasi tersebut bertumpu pada karakteristik kedua institusi yang memiliki basis kekuatan berbeda tetapi dapat dikonsolidasikan untuk kepentingan publik.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan