Ia mengakui bahwa kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan di Kota Kupang cukup besar sehingga tidak seluruh ruas dapat ditangani secara bersamaan. Pemerintah memilih pendekatan bertahap dengan memprioritaskan sejumlah ruas yang dinilai membutuhkan penanganan.
Sejumlah kawasan, termasuk ruas di sekitar GOR dan Jalan Taebenu, telah mendapatkan perbaikan.
“Memang tidak bisa dalam waktu sekejap 100 persen semua jalan gang di Kota Kupang bagus, tetapi kita bertahap. Di tengah efisiensi pun masih bisa kita kerjakan banyak hal,” ujarnya.
Kolaborasi Menjadi Fondasi Pembangunan Kota
Event Budaya Kelurahan Naioni pada akhirnya memperlihatkan bagaimana agenda kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan berbagai dimensi pembangunan kota. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat wilayah dipertemukan dalam satu ruang untuk memperkuat identitas sekaligus membangun kohesi sosial.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Christian S. Baitanu, Camat Alak, para lurah se-Kecamatan Alak, Plt. Lurah Naioni, jajaran Dinas Pariwisata Kota Kupang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Naioni.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, pelestarian budaya dan pembangunan fisik bukan dua agenda yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya menjadi bagian dari upaya membangun kota yang tidak hanya memiliki infrastruktur yang memadai, tetapi juga memiliki fondasi sosial yang kuat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














