Pemkot Kupang Dorong 12 Kelurahan Susun Aksi Iklim, Perubahan Dimulai dari Lingkungan Warga

Avatar photo
iklim

Karena itu, Proklim dipandang sebagai salah satu instrumen untuk memperbesar keterlibatan masyarakat dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program tersebut sekaligus menempatkan lingkungan tempat tinggal warga sebagai bagian penting dari upaya menghadapi risiko perubahan iklim.

“Maka di sinilah pentingnya Program Kampung Iklim atau disebut Proklim yang mengajarkan satu hal yang sangat penting: pemerintah tidak bisa bekerja sendirian,” tegasnya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

12 Kelurahan Disiapkan Menjadi Penggerak

Sosialisasi tersebut diikuti 109 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari tenaga ahli, lurah dan sekretaris lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT/RW, kelompok kerja, kelompok masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup, CRS, Plan International, hingga unsur sumber daya alam.

Sebanyak 12 kelurahan turut terlibat dalam kegiatan tersebut, yakni Maulafa, Liliba, Alak, Batu Plat, Nunleu, Bonipoi, Oesapa Barat, Oebobo, Naikoten I, Fatukoa, Kuanino, dan Naioni.

Pemerintah Kota Kupang berharap 12 kelurahan itu tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan program, tetapi mampu menjadi penggerak perubahan di tingkat masyarakat.

Ignasius meminta para lurah mengambil peran strategis karena perubahan lingkungan tidak selalu bermula dari kebijakan di tingkat pemerintahan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan