Kenakan Busana Adat Manggarai dan Sikka, Pemkot Kupang Kirim Pesan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Avatar photo
hut ri

“Hari ini saya dan Ibu Wakil memilih pakaian adat Flores. Saya menggunakan pakaian adat Manggarai, sedangkan Ibu Wakil menggunakan pakaian adat Sikka. Ini bentuk dukungan dan doa kita untuk keluarga-keluarga yang terdampak bencana gempa bumi,” ujar Christian.

Ia juga menjelaskan alasan penggunaan warna hitam yang dominan pada pakaian adat tersebut. Warna itu dimaknai sebagai representasi duka cita bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

WhatsApp Image 2026 08 17 at 15.04.09

“Dasarnya hitam, artinya kita turut berbela sungkawa kepada keluarga-keluarga yang telah meninggal dunia. Jadi, warna hitam ini melambangkan turut berbela sungkawa,” katanya.

Menurut Christian, keputusan tersebut merupakan bentuk komunikasi simbolik bahwa masyarakat Kota Kupang tidak berada di luar persoalan yang dihadapi warga Flores. Sebaliknya, terdapat ikatan sosial dan emosional yang mendorong masyarakat untuk ikut merasakan penderitaan serta memberikan dukungan kepada mereka yang terdampak.

Solidaritas Berbasis Masyarakat

Christian menambahkan, kepedulian terhadap korban bencana tidak hanya datang dari pemerintah. Sejumlah kelompok masyarakat di Kota Kupang telah mengambil inisiatif dengan membuka posko bantuan dan menggalang donasi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan