ID, Kupang – Pemerintah Kota Kupang meresmikan gedung baru UPTD SD Inpres Naimata, Kamis (26/2/2026), sebagai bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025. Pembangunan senilai sekitar Rp3,9 miliar tersebut menghadirkan tambahan fasilitas belajar yang dirancang untuk mendukung kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas peserta didik.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang meresmikan gedung itu menegaskan bahwa pembangunan sekolah tidak boleh dimaknai sebatas penyediaan infrastruktur. Sekolah, menurutnya, memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kehidupan, dan menyiapkan generasi yang bertanggung jawab.
“Sekolah bukan hanya tentang atap dan tembok. Sekolah adalah tempat menanamkan nilai, membangun karakter, serta menyemaikan tanggung jawab, integritas, dan dedikasi,” ujarnya.
Karena itu, Christian menilai pembangunan kota harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan, layanan kesehatan, dan kerukunan sosial. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari bangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusia dan hubungan sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan kehidupan toleransi di Kota Kupang, termasuk praktik umat Muslim yang berjualan takjil di depan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang dalam suasana saling menghormati.
“Esensi membangun kota terletak pada tumbuhnya pendidikan, kerukunan, dan nilai-nilai kehidupan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Anggaran Bersumber dari APBN dan APBD
Gedung baru SD Inpres Naimata dibangun melalui dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Kupang. Berdasarkan laporan pembangunan, anggaran yang digunakan mencakup sekitar Rp3,147 miliar dari program revitalisasi serta Rp875 juta dari APBD Kota Kupang.
Secara keseluruhan, kedua sumber pembiayaan tersebut mencapai sekitar Rp4,022 miliar. Angka ini perlu dikonfirmasi kembali karena keterangan awal menyebut total anggaran pembangunan sebesar Rp3,9 miliar.
Ketua Pembangunan Satuan Pendidikan, Siprianus Damas Nar, menjelaskan bahwa proyek tersebut dilaksanakan melalui skema swakelola dengan waktu pengerjaan selama 150 hari kalender.
Fasilitas yang dibangun meliputi 12 ruang kelas, satu gedung administrasi, tiga unit toilet dengan masing-masing lima kamar, jendela berteralis, serta perlengkapan belajar berupa meja, lemari, dan papan tulis. Pembangunan juga mencakup sumur resapan dan pemasangan paving block seluas 540 meter persegi.
Gedung tersebut dirancang dengan memperhatikan aspek inklusivitas melalui penyediaan jalur landai (ramp) dan akses ramah disabilitas. Fasilitas ini diharapkan memungkinkan peserta didik dengan kebutuhan mobilitas berbeda mengakses lingkungan sekolah secara lebih aman dan nyaman.
Menurut Siprianus, SD Inpres Naimata merupakan salah satu dari sekitar 16.000 satuan pendidikan di Indonesia yang ditetapkan pemerintah pusat untuk mengikuti program revitalisasi tahun 2025.
Sekolah Didorong Jadi Ruang Pembentukan Karakter
Selain merawat fasilitas baru, Christian mengajak warga sekolah membangun kebiasaan yang mendukung kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia mendorong pemilahan sampah berdasarkan jenisnya melalui tempat sampah dengan warna berbeda: hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk limbah berbahaya.
Ia juga mengusulkan agar lahan kosong di lingkungan sekolah dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satu gagasan yang disampaikan ialah setiap siswa merawat satu tanaman sebagai bagian dari pembelajaran mengenai tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap alam.
Kepada para siswa, Christian mengingatkan pentingnya membangun keseimbangan antara pengetahuan, iman, dan karakter.
“Ilmu, iman, dan karakter harus berjalan bersama. Ilmu tanpa iman dan karakter dapat melahirkan kesombongan, sementara iman tanpa ilmu dapat kehilangan arah. Karena itu, mari kita bangun ketiganya secara seimbang,” pesannya.
Peresmian gedung tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Kupang Richard E. Odja, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang Yanuar Dally, S.H., M.Si., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Kepala UPTD SD Inpres Naimata Theresa Peni Leu Wayang, S.Pd., para pemuka agama, guru, dan undangan lainnya.
Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tim fasilitator, pihak sekolah, serta para pekerja lapangan.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, SD Inpres Naimata diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Tantangan berikutnya adalah memastikan gedung dan seluruh perlengkapannya dirawat secara berkelanjutan serta diimbangi dengan penguatan mutu pengajaran dan pembentukan karakter peserta didik. red/pkp
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














