Untuk merealisasikan rencana tersebut, Perumda Air Minum Wair Puang tidak hanya mengandalkan dana dari Perpamsi. Perusahaan juga akan mengalokasikan tambahan anggaran internal.
“Kami sementara mendekati pemerintah daerah untuk mendapatkan izin lokasi,” ujar Fransiskus.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa bantuan solidaritas dapat dikonversi menjadi intervensi teknis yang lebih konkret, terutama dalam memperkuat sumber air dan menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan.
Ngada Masih Petakan Kebutuhan
Sementara itu, Perumda Air Minum Kabupaten Ngada belum menentukan secara spesifik penggunaan dana bantuan.
Kabag Hublang Perumda Air Minum Ngada, Charles Wago, mengatakan kerusakan pada sejumlah sumber air masih dapat ditangani melalui dukungan anggaran pemerintah daerah.
Namun, dampak gempa tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur. Sejumlah karyawan Perumda Air Minum Ngada juga ikut menjadi korban terdampak bencana.
Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu melakukan pemetaan kebutuhan sebelum menentukan prioritas penggunaan dana.
“Soal pemanfaatan bantuan ini, nanti kami diskusikan,” ujar Charles.
Labuan Bajo Relatif Tidak Terdampak
Berbeda dengan sejumlah wilayah lainnya, jaringan air minum di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, disebut tidak mengalami dampak signifikan akibat gempa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














