Kasubag Administrasi Umum dan SDM Perumda Air Minum Wae Mbeling Manggarai Barat, Leonardus Nong Yance, mengatakan secara umum jaringan air minum di wilayah tersebut masih dapat beroperasi.

Meski demikian, bantuan Perpamsi tetap dinilai memiliki nilai strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat pelanggan.
Artinya, bantuan tersebut tidak semata-mata diposisikan sebagai respons terhadap kerusakan fisik, tetapi juga dapat menjadi instrumen penguatan layanan setelah perusahaan menghadapi situasi kebencanaan.
Pemulihan Tidak Bisa Berdiri Sendiri
Sekretaris PD Perpamsi NTT, Isidorus Lilijawa, mengatakan pemulihan fasilitas air minum pascagempa membutuhkan koordinasi lintas institusi. Perusahaan air minum daerah tidak dapat bekerja sendiri ketika kerusakan menyangkut infrastruktur dengan kebutuhan pembiayaan dan penanganan teknis yang besar.
Menurut Isidorus, proses pemulihan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Balai Besar Wilayah Sungai Denpasar.
Keterlibatan berbagai institusi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan layanan air minum merupakan persoalan multidimensional. Selain menyangkut perbaikan jaringan dan sumber air, penanganannya juga berkaitan dengan koordinasi kelembagaan, dukungan anggaran, serta keberlanjutan pelayanan dasar masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














