Membangun Jembatan Kritis antara Gereja dan Negara: PASTIJA NTT Webinar dengan Narasumber dari Ranah Teologi, Gereja, dan Politik

Avatar photo
IMG 20260905 WA0005

ID, KUPANG — Persekutuan Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta Nusa Tenggara Timur (PASTIJA NTT) menyelenggarakan webinar bertajuk “Gereja dan Negara: Suara Kenabian dan Tanggung Jawab Bersama” pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis ke-92 STFT Jakarta sekaligus ajang temu alumni yang menghadirkan perspektif lintas disiplin mengenai relasi institusi keagamaan dan kekuasaan politik di Indonesia kontemporer.

 

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Webinar yang berlangsung selama empat jam, mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WITA, diikuti oleh 78 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk teolog, pendeta, mahasiswa Kristen, aktivis perempuan, pemuda gereja, pemerhati masalah sosial, hingga politisi. Tiga narasumber utama yang dihadirkan merepresentasikan tiga ranah berbeda, yakni Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe (anggota Dewan Pengarah BPIP RI), Ir. Emilia J. Nomleni (Ketua DPRD Provinsi NTT periode 2024-2029), dan Pdt. Samuel Pandie, M.Th (Ketua Majelis Sinode GMIT periode 2024-2027). Diskusi dimoderatori oleh Tony Fanggidae, Ph.D.

 

Teologi Tidak Hidup di Ruang Kosong

Membuka kegiatan, Ketua PASTIJA NTT, Pdt. Desiana Rondo Effendy, M.Th., menegaskan bahwa peringatan dies natalis tidak semestinya dimaknai sebagai seremoni belaka, melainkan sebagai momentum evaluatif untuk menguji relevansi teologi terhadap realitas sosial yang dihadapi masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan