Pemulihan Pascabencana Berkelanjutan: Kemenimipas Tinjau Rutan Ruteng dan Salurkan Bantuan 20 Ton Beras bagi Korban Gempa Flores

Avatar photo
IMG 20260904 WA0016

ID, RUTENG — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan logistik berskala besar bagi masyarakat dan petugas pemasyarakatan yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi secara langsung memimpin penyerahan bantuan di Rutan Kelas IIB Ruteng, Kamis (3/9/2026), mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

 

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Penyaluran bantuan ini merupakan respons cepat Kemenimipas atas peristiwa gempa yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Selain menimbulkan korban dan kerusakan permukiman warga, bencana alam tersebut juga berdampak pada sarana publik, termasuk Rutan Kelas IIB Ruteng yang mengalami kerusakan struktural pada sejumlah bagian bangunan. Kondisi ini mendorong Kemenimipas untuk mengambil langkah tanggap darurat yang terintegrasi, mencakup aspek kemanusiaan sekaligus pemulihan infrastruktur.

 

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan donasi dari seluruh jajaran pegawai Kemenimipas di berbagai unit kerja. Adapun rincian bantuan yang didistribusikan meliputi 20 ton beras, 2.000 lembar selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, serta paket obat-obatan dan perlengkapan kebutuhan pokok lainnya. Distribusi bantuan menyasar empat kelompok penerima, yaitu masyarakat umum terdampak gempa, pegawai Rutan Kelas IIB Ruteng, warga binaan pemasyarakatan beserta keluarga, serta personel Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo yang juga mengalami dampak bencana.

Kemenimipas

Usai penyerahan bantuan, Mashudi bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Decky Nurmansyah, melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi kritis di lingkungan Rutan Ruteng. Langkah ini ditempuh untuk mengidentifikasi secara mendetail bagian-bagian bangunan yang mengalami kerusakan, sekaligus menyusun skala prioritas perbaikan agar fungsi pemasyarakatan dapat kembali beroperasi secara optimal.

 

“Kami akan terus memantau dinamika di lapangan dan memastikan bahwa seluruh proses penanganan serta pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi lintas instansi. Keselamatan petugas dan warga binaan adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar,” tegas Mashudi.

 

Senada dengan pernyataan tersebut, Decky Nurmansyah menyampaikan bahwa jajaran Kanwil Ditjenpas NTT akan terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat tindak lanjut perbaikan infrastruktur Rutan Ruteng. Menurutnya, kondisi bangunan yang terdampak gempa membutuhkan dukungan teknis dan anggaran yang memadai, sehingga komunikasi yang efektif dengan pusat menjadi kunci percepatan pemulihan.

 

“Melihat kondisi Rutan Ruteng saat ini, diperlukan dukungan dan tindak lanjut yang serius, terutama pada bagian bangunan yang mengalami kerusakan signifikan. Kami akan terus berkoordinasi dan menyampaikan laporan kondisi di lapangan agar penanganannya dapat segera direalisasikan,” ujar Decky.

 

Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kemenimipas atas respons cepat dan kehadiran langsung pimpinan tertinggi pemasyarakatan di lokasi bencana. Ia menilai bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat material, tetapi juga mengandung nilai moral yang memperkuat solidaritas sosial di tengah masa sulit.

 

“Perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Kemenimipas merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berduka. Semoga bantuan ini membawa manfaat luas bagi semua pihak yang menerima,” ujar Fabianus.

 

Penyerahan bantuan juga melibatkan peran aktif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenimipas dan Persatuan Ibu-ibu Pemasyarakatan (PIPAS) yang turut mendampingi proses distribusi. Salah seorang penerima bantuan, Ipin, mengungkapkan bahwa bantuan kebutuhan pokok yang diterima sangat berarti bagi proses pemulihan keluarganya pascagempa. “Bantuan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang sudah datang dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak gempa,” tuturnya dengan haru.

 

Sebagai bagian dari pendekatan humanis, Mashudi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Manggarai meluangkan waktu untuk melaksanakan kegiatan makan siang bersama seluruh warga binaan di Rutan Kelas IIB Ruteng. Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana dialog informal yang bertujuan membangun kedekatan emosional dan memperkuat rasa solidaritas di tengah kondisi darurat. Dalam sambutan penguatannya, Mashudi menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh warga binaan agar tetap tegar dan optimistis dalam menghadapi ujian bencana. Ia menekankan bahwa pemulihan tidak hanya menyangkut aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup ketahanan mental dan semangat kolektif untuk bangkit bersama.

 

Penyaluran bantuan dan inspeksi Rutan Ruteng ini merupakan bagian dari strategi tanggap darurat dan pemulihan jangka panjang Kemenimipas dalam merespons dampak gempa Flores. Ke depan, kementerian berkomitmen untuk terus memantau kondisi seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur yang terdampak, serta memastikan bahwa pelayanan publik dan fungsi pembinaan tetap berjalan meskipun dalam kondisi keterbatasan pascabencana.

 

Dengan sinergi antarpemangku kepentingan dan dukungan dari seluruh jajaran, diharapkan proses rehabilitasi Rutan Ruteng dan pemulihan masyarakat terdampak dapat berlangsung secara terukur dan berkelanjutan, sehingga sendi-sendi kehidupan sosial dan sistem peradilan pidana terpadu di wilayah Flores dapat segera pulih kembali. Red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan