Buka Festival Budaya Naioni, Wali Kota Christian Widodo: Keberagaman Adalah Kekuatan Kota Kupang

Avatar photo
keberagaman

ID, Kupang – Keberagaman masyarakat Kota Kupang dinilai bukan sekadar realitas sosial, tetapi modal strategis dalam membangun identitas kota yang inklusif dan berkelanjutan. Perspektif tersebut disampaikan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo ketika membuka Event Budaya Kelurahan Naioni di Kantor Lurah Naioni, Jumat (7/8/26).

Menurut Christian, keberadaan berbagai suku, etnis, agama, dan latar belakang sosial di Kota Kupang merupakan kekayaan yang perlu dirawat melalui ruang-ruang interaksi dan ekspresi budaya. Festival budaya, kata dia, menjadi salah satu medium untuk memperkuat kohesi sosial sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Hari ini kita bukan sekadar merayakan sebuah festival, tetapi kita merayakan identitas dan jiwa Kota Kupang, yaitu keberagaman dan kolaborasi,” ujar Wali Kota.

Ia memberikan apresiasi kepada perangkat Kelurahan Naioni, panitia penyelenggara, serta masyarakat yang telah membangun kolaborasi sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. Bagi Christian, kegiatan kebudayaan tidak seharusnya dipandang hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai instrumen sosial untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap kotanya.

Dalam pandangannya, keberagaman justru harus ditempatkan sebagai kekuatan yang mempertemukan masyarakat, bukan menjadi faktor yang menciptakan sekat sosial.

“Harmoni itu bukan sama atau seragam, tetapi seimbang. Kita berbeda-beda, tetapi ketika disatukan dengan proporsi yang tepat, seperti nada dalam sebuah lagu atau benang dalam tenun, akan menjadi harmoni yang indah,” jelasnya.

Festival Budaya Digelar di 51 Kelurahan

Komitmen terhadap pelestarian budaya, menurut Christian, tidak akan berhenti di Kelurahan Naioni. Pemerintah Kota Kupang menyiapkan kebijakan agar festival budaya dapat berkembang menjadi agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah kota.

Usai pembukaan kegiatan, Christian menjelaskan kepada awak media bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan festival budaya di 51 kelurahan.

“Salah satu komitmen kita adalah dengan mengadakan festival budaya di 51 kelurahan. Kita keliling, ada anggarannya yang kita siapkan, dan itu tiap tahun,” katanya.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat di tingkat kelurahan dalam menampilkan dan memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga identitas budaya Kota Kupang.

Christian juga mengajak masyarakat melihat pelestarian budaya dalam perspektif antargenerasi. Menurutnya, keberadaan Kota Kupang bukan semata-mata hasil perjuangan generasi terdahulu, tetapi juga merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada generasi berikutnya.

“Kota Kupang bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Mari kita jaga baik-baik, sehingga kita bisa menyerahkan kembali Kota Kupang kepada anak cucu kita,” pungkasnya.

Kantor Lurah Harus Representatif dan Ramah Disabilitas

Selain berbicara mengenai kebudayaan, Christian turut menyinggung agenda pembenahan infrastruktur pelayanan publik, khususnya kantor kelurahan.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Kupang akan melanjutkan pembangunan dan peningkatan kualitas kantor lurah secara bertahap. Kebijakan tersebut didasarkan pada posisi kelurahan sebagai unit pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kantor lurah itu ujung tombak pelayanan masyarakat. Sarana prasarananya harus lengkap, gedungnya harus baik dan juga harus ramah disabilitas,” tegasnya.

Menurut Christian, peningkatan kualitas fasilitas kelurahan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik bangunan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif. Karena itu, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan sarana pemerintahan di tingkat kelurahan.

Perbaikan Jalan Lingkungan Berjalan Bertahap

Persoalan infrastruktur lingkungan juga menjadi perhatian pemerintah kota. Christian memastikan program perbaikan jalan lingkungan tetap berjalan meskipun pemerintah daerah sedang menerapkan efisiensi anggaran.

Ia mengakui bahwa kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan di Kota Kupang cukup besar sehingga tidak seluruh ruas dapat ditangani secara bersamaan. Pemerintah memilih pendekatan bertahap dengan memprioritaskan sejumlah ruas yang dinilai membutuhkan penanganan.

Sejumlah kawasan, termasuk ruas di sekitar GOR dan Jalan Taebenu, telah mendapatkan perbaikan.

“Memang tidak bisa dalam waktu sekejap 100 persen semua jalan gang di Kota Kupang bagus, tetapi kita bertahap. Di tengah efisiensi pun masih bisa kita kerjakan banyak hal,” ujarnya.

Kolaborasi Menjadi Fondasi Pembangunan Kota

Event Budaya Kelurahan Naioni pada akhirnya memperlihatkan bagaimana agenda kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan berbagai dimensi pembangunan kota. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat wilayah dipertemukan dalam satu ruang untuk memperkuat identitas sekaligus membangun kohesi sosial.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Christian S. Baitanu, Camat Alak, para lurah se-Kecamatan Alak, Plt. Lurah Naioni, jajaran Dinas Pariwisata Kota Kupang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Naioni.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, pelestarian budaya dan pembangunan fisik bukan dua agenda yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya menjadi bagian dari upaya membangun kota yang tidak hanya memiliki infrastruktur yang memadai, tetapi juga memiliki fondasi sosial yang kuat.

Dalam kerangka tersebut, keberagaman diposisikan sebagai energi kolektif. Ketika dirawat melalui kolaborasi dan ruang interaksi yang sehat, perbedaan tidak menjadi sumber fragmentasi, melainkan modal sosial untuk membangun Kota Kupang secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan