ID, Kupang – Perjalanan prestasi siswa SMK Maritim Nusantara Kota Kupang menuju panggung nasional mendapat dukungan Pemerintah Kota Kupang. Wakil Wali Kota (Wawali) Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi melepas kontingen lomba baris-berbaris (LBB) sekolah tersebut untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional di Jakarta.
Prosesi pelepasan berlangsung di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (12/8/2026). Kontingen ini akan tampil sebagai representasi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah sebelumnya berhasil menorehkan prestasi pada kompetisi tingkat daerah.
Wawali hadir didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Alan Girsang, S.H. Turut hadir Wakasek Bidang Humas SMK Maritim Nusantara, Maria Nibu, pelatih Serda Marinir Valentino Malo Mabe, serta jajaran pengurus dan tim pelatih.
Di hadapan para peserta, Wawali menyampaikan apresiasi atas capaian yang telah diraih sekaligus menitipkan harapan agar kesempatan tampil di tingkat nasional dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Kupang, bagi sekolah, keluarga, dan tentu bagi adik-adik semua. Kalian tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa nama NTT. Karena itu, tampilkan yang terbaik dan jaga nama baik daerah,” ujar Serena.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Menurut Serena, kompetisi nasional memiliki dimensi pendidikan yang lebih luas daripada sekadar persoalan menang atau kalah. Keikutsertaan para siswa merupakan bagian dari proses pengembangan kapasitas personal, terutama dalam membangun disiplin, ketangguhan mental, rasa percaya diri, serta kemampuan bekerja secara kolektif.
Ia menilai pengalaman berkompetisi di level nasional dapat menjadi modal sosial dan pengalaman berharga bagi para siswa untuk menghadapi tantangan yang lebih besar pada masa mendatang.
“Menang itu penting, tetapi proses untuk sampai di sana juga sangat penting. Jaga kekompakan, disiplin, kesehatan, dan mental. Tunjukkan bahwa anak-anak NTT mampu bersaing di tingkat nasional,” pesan Wawali.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan kompetisi sebagai instrumen pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Bagi Serena, kualitas proses, integritas dalam bertanding, dan kemampuan menjaga solidaritas tim merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari prestasi.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjaga kondisi fisik dan psikologis selama mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta. Kekompakan tim juga dinilai menjadi elemen fundamental mengingat lomba baris-berbaris membutuhkan presisi gerakan, kepatuhan terhadap instruksi, koordinasi, serta konsistensi antar peserta.
“Siapkan mental, jaga kesehatan, tetap kompak, dan jangan lupa berdoa. Berangkat dengan percaya diri, bertanding dengan sportif, dan berikan yang terbaik. Kami semua mendoakan perjalanan lancar dan semoga pulang membawa hasil terbaik untuk NTT dan Kota Kupang,” pungkasnya.
16 Peserta Disiapkan ke Jakarta
Wakasek Bidang Humas SMK Maritim Nusantara, Maria Nibu, menjelaskan bahwa tim yang akan diberangkatkan berjumlah 18 orang. Komposisinya terdiri atas 16 peserta, satu pelatih, dan satu liaison officer (LO).
Rombongan dijadwalkan berangkat dari Kupang menuju Jakarta pada 4 September 2026. Sementara kompetisi tingkat nasional akan dimulai sehari kemudian, yakni 5 September 2026.
Persiapan kontingen dilakukan tidak hanya pada aspek teknis perlombaan, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik, mental, dan koordinasi tim. Hal tersebut menjadi penting karena para peserta akan berhadapan dengan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama berada di Jakarta, kebutuhan akomodasi kontingen akan ditanggung oleh panitia pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Sementara untuk mendukung mobilitas peserta sejak keberangkatan dari Kupang, Pemerintah Kota Kupang menyatakan kesiapannya membantu kebutuhan logistik, termasuk penyediaan transportasi lokal berupa bus.
Tenun NTT Dibawa ke Pentas Nasional
Dukungan Pemkot Kupang tidak berhenti pada aspek transportasi. Identitas budaya NTT juga akan menjadi bagian dari kehadiran kontingen selama mengikuti agenda nasional tersebut.
Pemerintah Kota Kupang menyiapkan busana dengan motif tenun khas NTT bagi para peserta. Pilihan tersebut tidak semata-mata menjadi elemen visual dalam perjalanan kontingen, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada publik yang lebih luas.
Penggunaan tenun lokal sekaligus memberikan pesan bahwa pencapaian generasi muda NTT di tingkat nasional dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat identitas budaya.
Dengan demikian, keberangkatan kontingen SMK Maritim Nusantara memiliki dua dimensi sekaligus: kompetisi dan representasi daerah. Para siswa tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknis dalam baris-berbaris, tetapi juga membawa citra sekolah, Kota Kupang, dan NTT melalui sikap, kedisiplinan, serta perilaku selama berada di tingkat nasional.
Dukungan pemerintah daerah, sekolah, pelatih, dan keluarga diharapkan dapat menjadi ekosistem pendukung bagi para peserta untuk tampil optimal. Lebih jauh, pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki disiplin, daya saing, kepemimpinan, serta kebanggaan terhadap identitas daerah.
Ajang nasional tersebut pada akhirnya bukan hanya menjadi arena untuk mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan bagi siswa SMK Maritim Nusantara untuk memperluas pengalaman, menguji kapasitas diri, dan menunjukkan bahwa talenta generasi muda NTT mampu berkompetisi di panggung nasional. red/pkp
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














