Pemerintah menargetkan proyek-proyek tersebut dapat selesai secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Sekitar separuh proyek ditargetkan rampung pada 2027, sementara sisanya diharapkan selesai paling lambat Mei 2028.
Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa percepatan proyek membutuhkan dukungan aktif pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat karena persoalan sampah kini telah menjadi tantangan serius di berbagai kota besar.
Menurut Pandu, total kebutuhan investasi untuk proyek pengelolaan sampah berbasis WTE diperkirakan mencapai sekitar US$5 miliar.
“Danantara terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama pemerintah agar seluruh target penyelesaian proyek dapat berjalan sesuai rencana,” katanya.
Sebagai landasan percepatan pembangunan, pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengembangan pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy.
Dalam implementasinya, Danantara mulai membuka proses tender proyek sejak November 2025 dan telah menetapkan pemenang tender untuk tiga lokasi, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya pada awal Maret 2026.
Dokumen kerja sama untuk ketiga proyek tersebut telah ditandatangani pada 21 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU terpisah bersama Pemerintah Provinsi Jakarta pada 4 Mei 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















