Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Danantara Percepat Proyek Waste to Energy di Enam Wilayah, Nilai Investasi Capai US$5 Miliar

Avatar photo
danantara
Dok : Danantara

ID, Jakarta –  Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management mempercepat pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WTE) di sejumlah daerah di Indonesia. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah pemerintah daerah pada Senin (12/5).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan proyek WTE tahap awal akan dikembangkan di enam wilayah, yakni Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Bekasi.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Zulkifli, kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Danantara dalam mempercepat penanganan persoalan sampah perkotaan yang semakin kompleks.

“Persoalan sampah sudah menjadi isu mendesak karena berdampak terhadap kualitas tanah, air, udara, hingga kesehatan masyarakat. Sampah harus diubah menjadi energi bersih dan listrik yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek WTE diprioritaskan untuk daerah dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari. Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan fasilitas serupa di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten dan kota berstatus darurat sampah.

Zulkifli mengungkapkan bahwa di sejumlah daerah, volume timbunan sampah bahkan telah mencapai ketinggian setara gedung 14 hingga 15 lantai. Karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah dinilai menjadi kebutuhan strategis nasional.

Pemerintah menargetkan proyek-proyek tersebut dapat selesai secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Sekitar separuh proyek ditargetkan rampung pada 2027, sementara sisanya diharapkan selesai paling lambat Mei 2028.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa percepatan proyek membutuhkan dukungan aktif pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat karena persoalan sampah kini telah menjadi tantangan serius di berbagai kota besar.

Menurut Pandu, total kebutuhan investasi untuk proyek pengelolaan sampah berbasis WTE diperkirakan mencapai sekitar US$5 miliar.

“Danantara terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama pemerintah agar seluruh target penyelesaian proyek dapat berjalan sesuai rencana,” katanya.

Sebagai landasan percepatan pembangunan, pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengembangan pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy.

Dalam implementasinya, Danantara mulai membuka proses tender proyek sejak November 2025 dan telah menetapkan pemenang tender untuk tiga lokasi, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya pada awal Maret 2026.

Dokumen kerja sama untuk ketiga proyek tersebut telah ditandatangani pada 21 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU terpisah bersama Pemerintah Provinsi Jakarta pada 4 Mei 2026.

Program Waste to Energy sendiri diproyeksikan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong transisi menuju energi bersih sekaligus mengurangi beban lingkungan akibat meningkatnya volume sampah perkotaan di Indonesia.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan