ID, Jakarta – Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management mempercepat pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WTE) di sejumlah daerah di Indonesia. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah pemerintah daerah pada Senin (12/5).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan proyek WTE tahap awal akan dikembangkan di enam wilayah, yakni Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Bekasi.
Menurut Zulkifli, kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Danantara dalam mempercepat penanganan persoalan sampah perkotaan yang semakin kompleks.
“Persoalan sampah sudah menjadi isu mendesak karena berdampak terhadap kualitas tanah, air, udara, hingga kesehatan masyarakat. Sampah harus diubah menjadi energi bersih dan listrik yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek WTE diprioritaskan untuk daerah dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari. Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan fasilitas serupa di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten dan kota berstatus darurat sampah.
Zulkifli mengungkapkan bahwa di sejumlah daerah, volume timbunan sampah bahkan telah mencapai ketinggian setara gedung 14 hingga 15 lantai. Karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah dinilai menjadi kebutuhan strategis nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















